header image
 

YAHUDI BUKAN ISRAEL DAN BUKAN KETURUNAN NABI IBRAHIM

Sungguh sangat memprihatinkan, banyak di antara kaum muslimin sering tidak sadar dan lepas kontrol ketika berbicara. Tidak hanya terjadi pada orang awam, bisa kita katakan juga terjadi pada sebagian besar pelajar atau bahkan mereka yang merasa memiliki banyak tsaqafah islamiyah.

Barangkali mereka lupa atau mungkin tidak tahu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

وَإِنَّالْعَبْدَلَيَتَكَلَّمُبِالْكَلِمَةِمِنْسَخَطِاللَّهِلاَيُلْقِىلَهَابَالاًيَهْوِىبِهَافِىجَهَنَّم

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya ada seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan murka Allah, diucapkan tanpa kontrol akan tetapi menjerumuskan dia ke neraka.” (HR. Al Bukhari 647

Al Hafidz Ibn Hajar berkata dalam Fathul Bari ketika menjelaskan hadis ini, yang dimaksud diucapkan tanpa kontrol adalah tidak direnungkan bahayanya, tidak dipikirkan akibatnya, dan tidak diperkirakan dampak yang ditimbulkan. Hal ini semisal dengan firman Allah ketika menyebutkan tentang tuduhan terhadap Aisyah:

وَتَحْسَبُونَهُهَيِّنًاوَهُوَعِنْداللَّهعَظِيم

“Mereka sangka itu perkara ringan, padahal itu perkara besar bagi Allah.” (QS. An-Nur: 15)

Oleh karena itu, pada artikel ini -dengan memohon pertolongan kepada Allah- penulis ingin mengingatkan satu hal terkait dengan ayat dan hadis di atas, yaitu sebuah ungkapan penamaan yang begitu mendarah daging di kalangan kaum muslimin, sekali lagi tidak hanya terjadi pada orang awam namun juga terjadi pada mereka yang mengaku paham terhadap tsaqafah islamiyah. Ungkapan yang kami maksud adalah penamaan YAHUDI dengan ISRAEL. Tulisan ini banyak kami turunkan dari sebuah risalah yang ditulis oleh Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafidzhahullah yang berjudul “Penamaan Negeri Yahudi yang Terkutuk dengan Israel”.

Tidak diragukan bahkan seolah telah menjadi kesepakatan dunia termasuk kaum muslimin bahwa negeri yahudi terlaknat yang menjajah Palestina bernama Israel. Bahkan mereka yang mengaku sangat membenci yahudi -sampai melakukan boikot produk-produk yang diduga menyumbangkan dana bagi yahudi- turut menamakan yahudi dengan israel. Akan tetapi sangat disayangkan tidak ada seorang pun yang mengingatkan bahaya besar penamaan ini.

Perlu diketahui dan dicamkan dalam benak hati setiap muslim bahwa ISRAIL adalah nama lain dari seorang Nabi yang mulia, keturunan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Allah ta’ala berfirman:

كُلُّالطَّعَامِكَانَحِلًّالِبَنِيإِسْرَائِيلَإِلَّامَاحَرَّمَإِسْرَائِيلُعَلَىنَفْسِهِمِنْقَبْلِأَنْتُنَزَّلَالتَّوْرَاةُ

“Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan.” (QS. Ali Imran: 93)

Israil yang pada ayat di atas adalah nama lain dari Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Dan nama ini diakui sendiri oleh orang-orang yahudi, sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu: “Sekelompok orang yahudi mendatangi Nabi untuk menanyakan empat hal yang hanya diketahui oleh seorang nabi. Pada salah satu jawabannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Apakah kalian mengakui bahwa Israil adalah Ya’qub?” Mereka menjawab: “Ya, betul.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ya Allah, saksikanlah.” (HR. Daud At-Thayalisy 2846)

Kata “Israil” merupakan susunan dua kata israa dan iil yang dalam bahasa arab artinya shafwatullah (kekasih Allah). Ada juga yang mengatakan israa dalam bahasa arab artinya ‘abdun (hamba), sedangkan iil artinya Allah, sehingga Israil dalam bahasa arab artinya ‘Abdullah (hamba Allah). (lihat Tafsir At Thabari dan Al Kasyaf ketika menjelaskan tafsir surat Al Baqarah ayat 40)

Telah diketahui bersama bahwa Nabi Ya’qub adalah seorang nabi yang memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah ta’ala. Allah banyak memujinya di berbagai ayat al Qur’an. Jika kita mengetahui hal ini, maka dengan alasan apa nama Israil yang mulia disematkan kepada orang-orang yahudi terlaknat. Terlebih lagi ketika umat islam menggunakan nama ini dalam konteks kalimat yang negatif, diucapkan dengan disertai perasaan kebencian yang memuncak; Biadab Israil… Israil bangsat… Keparat Israil… Atau dimuat di majalah-majalah dan media massa yang dinisbahkan pada islam, bahkan dijadikan sebagai Head Line News; Israil membantai kaum muslimin… Agresi militer Israil ke Palestina… Israil penjajah dunia…. Dan seterusnya… namun sekali lagi, yang sangat fatal adalah ketika hal ini diucapkan tidak ada pengingkaran atau bahkan tidak merasa bersalah.

Mungkin perlu kita renungkan, pernahkah orang yang mengucapkan kalimat-kalimat di atas merasa bahwa dirinya telah menghina Nabi Ya’qub ‘alaihis salam? pernahkah orang-orang yang menulis kalimat ini di majalah-majalah yang berlabel islam dan mengajak kaum muslimin untuk mengobarkan jihad, merasa bahwa dirinya telah membuat tuduhan dusta kepada Nabi Ya’qub ‘alaihis salam? mengapa mereka tidak membayangkan bahwasanya bisa jadi ungkapan-ungkapan salah kaprah ini akan mendatangkan murka Allah - wal ‘iyaadzu billaah - karena isinya adalah pelecehan dan tuduhan bohong kepada Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Mengapa tidak disadari bahwa Nabi Ya’qub ‘alaihis salam tidak ikut serta dalam perbuatan orang-orang yahudi dan bahkan beliau berlepas diri dari perbuatan mereka yang keparat. Pernahkah mereka berfikir, apakah Nabi Israil ‘alaihis salam ridha andaikan beliau masih hidup?!

Allah ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَيُؤْذُونَالْمُؤْمِنِينَوَالْمُؤْمِنَاتِبِغَيْرِمَااكْتَسَبُوافَقَدِاحْتَمَلُوابُهْتَانًاوَإِثْمًامُبِينًا

“Orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al Ahzab: 5

Allah menyatakan, menyakiti orang mukmin biasa laki-laki maupun wanita sementara yang disakiti tidak melakukan kesalahan dianggap sebagai perbuatan dosa, bagaimana lagi jika yang disakiti adalah seorang Nabi yang mulia, tentu bisa dipastikan dosanya lebih besar dari pada sekedar menyakiti orang mukmin biasa.

Satu hal yang perlu disadari oleh setiap muslim, penamaan negeri yahudi dengan Israil termasuk salah satu di antara sekian banyak konspirasi (makar) yahudi terhadap dunia. Mereka tutupi kehinaan nama asli mereka YAHUDI dengan nama Bapak mereka yang mulia Nabi Israil ‘alaihis salam. Karena bisa jadi mereka sadar bahwa nama YAHUDI telah disepakati jeleknya oleh seluruh dunia, mengingat Allah telah mencela nama ini dalam banyak ayat di Al-Qur’an.

Kita tidak mengingkari bahwa orang-orang yahudi merupakan keturunan Nabi Israil ‘alaihis salam, akan tetapi ini bukan berarti diperbolehkan menamakan yahudi dengan nama yang mulia ini. Bahkan yang berhak menyandang nama dan warisan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan para nabi yang lainnya adalah kaum muslimin dan bukan yahudi yang kafir. Allah ta’ala berfirman:

مَاكَانَإِبْرَاهِيمُيَهُودِيًّاوَلَانَصْرَانِيًّاوَلَكِنْكَانَحَنِيفًامُسْلِمًاوَمَاكَانَمِنَالْمُشْرِكِينَ

“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS. Ali Imran: 67)

إنأولىالناسبإبراهيمللذيناتبعوهوهذاالنبيوالذينآمنواواللهوليالمؤمنين

“Sesungguhnya orang yang paling berhak terhadap Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini, beserta orang-orang yang beriman, dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 6

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita dan seluruh kaum muslimin untuk mengucapkan dan melakukan perbuatan yang dicintai dan di ridai oleh Allah ta’ala.

“Sedikitpun kami tidak berniat menghina Nabi Ya’qub ‘alaihis salam dalam penggunaan kalimat-kalimat ini sebaliknya, yang kami maksud adalah yahudi…”

Barangkali ini salah satu pertanyaan yang akan dilontarkan oleh sebagian kaum muslimin ketika menerima nasihat ini. Maka jawaban singkat yang mungkin bisa kita berikan: Justru inilah yang berbahaya, seseorang melakukan sesuatu yang salah namun dia tidak sadar kalau dirinya sedang melakukan kesalahan. Bisa jadi hal ini tercakup dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu di atas. Bukankah semua pelaku perbuatan bid’ah tidak berniat buruk ketika melakukan kebid’ahannya, namun justru inilah yang menyebabkan dosa perbuatan bid’ah tingkatannya lebih besar dari melakukan dosa besar.

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah di Mekkah, Orang-orang musyrikin Quraisy mengganti nama Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Mudzammam (manusia tercela) sebagai kebalikan dari nama asli Beliau Muhammad (manusia terpuji). Mereka gunakan nama Mudzammam ini untuk menghina dan melaknat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. misalnya mereka mengatakan; “terlaknat Mudzammam”, “terkutuk Mudzammam”, dan seterusnya. Dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak merasa dicela dan dilaknat, karena yang dicela dan dilaknat orang-orang kafir adalah “Mudzammam” bukan “Muhammad”, Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ألاتعجبونكيفيصرفاللهعنيشتمقريشولعنهميشتمونمذمماًويلعنونمذمماًوأنامحمد

“Tidakkah kalian heran, bagaimana Allah mengalihkan dariku celaan dan laknat orang Quraisy kepadaku, mereka mencela dan melaknat Mudzammam sedangkan aku Muhammad.” (HR. Ahmad & Al Bukhari)

Meskipun maksud orang Quraisy adalah mencela Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun karena yang digunakan bukan nama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam maka Beliau tidak menilai itu sebagai penghinaan untuknya. Dan ini dinilai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai bentuk mengalihkan penghinaan terhadap dirinya. Oleh karena itu, bisa jadi orang-orang Yahudi tidak merasa terhina dan dijelek-jelekkan karena yang dicela bukan nama mereka namun nama Nabi Ya’qub ‘alaihis salam.

Di samping itu, Allah juga melarang seseorang mengucapkan sesuatu yang menjadi pemicu munculnya sesuatu yang haram. Allah melarang kaum muslimin untuk menghina sesembahan orang-orang musyrikin, karena akan menyebabkan mereka membalas penghinaan ini dengan menghina Allah ta’ala. Allah berfirman:

وَلَاتَسُبُّواالَّذِينَيَدْعُونَمِنْدُونِاللَّهِفَيَسُبُّوااللَّهَعَدْوًابِغَيْرِعِلْمٍ

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa ilmu.” (QS. Al An’am: 10 )

Allah ta’ala melarang kaum muslimin yang hukum asalnya boleh atau bahkan disyari’atkan - menghina sesembahan orang musyrik - karena bisa menjadi sebab orang musyrik menghina Allah subhanahu wa ta’ala. Dan kita yakin dengan seyakin-yakinnya, tidak mungkin para sahabat radhiyallahu ‘anhum yang menyaksikan turunnya ayat ini memiliki niatan sedikitpun untuk menghina Allah ta’ala. Maka bisa kita bayangkan, jika ucapan yang menjadi sebab celaan terhadap kebenaran secara tidak langsung saja dilarang, bagaimana lagi jika celaan itu keluar langsung dari mulut kaum muslimin meskipun mereka tidak berniat untuk menghina Nabi Israil ‘alaihis salam.

* * *

Cuma sebatas istilah, yang pentingkan esensinya… bahkan para ulama’ memiliki kaidah “Tidak perlu memperdebatkan istilah.”

Di atas telah dipaparkan bahwa menamakan negeri yahudi dengan Israil merupakan celaan terhadap Nabi Israil ‘alaihis salam, baik langsung maupun tidak langsung, baik diniatkan untuk mencela maupun tidak, semuanya dihitung mencela Nabi Israil ‘alaihis salam tanpa terkecuali. Dan kaum muslimin yang sejati selayaknya tidak meremehkan setiap perbuatan dosa atau perbuatan yang mengundang dosa. Karena dengan meremahkannya akan menyebabkan perbuatan yang mungkin nilainya kecil menjadi besar. Sebagaimana dijelaskan oleh sebagian ulama bahwa di antara salah satu penyebab dosa kecil menjadi dosa besar adalah ketika pelakunya meremehkan dosa kecil tersebut.

Bahkan kita telah memahami bahwa mencela, menghina, melakukan tuduhan dusta kepada seorang Nabi adalah dosa besar. Akankah hal ini kita anggap ini biasa?! Sekali lagi, akan sangat membahayakan bagi seseorang, ketika dia mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan murka Allah, sementara dia tidak sadar. Mereka sangka itu perkara ringan, padahal itu perkara besar bagi Allah. (QS. An-Nur: 15)

Untuk kaidah “Tidak perlu memperdebatkan istilah”, kita tidak mengingkari keabsahan kaidah ini mengingat ungkapan tersebut merupakan kaidah yang masyhur di kalangan para ulama’. Akan tetapi maksud kaidah ini tidaklah melegalkan penamaan Yahudi dengan Israel. Karena kaidah ini berlaku ketika makna istilah tersebut sudah diketahui tidak menyimpang, sebagaimana yang dipaparkan oleh Abu Hamid Al Ghazali dalam bukunya Al Mustashfaa fi Ilmil Ushul.

Istilah Israil untuk negeri yahudi telah menjadi konsensus (kesepakatan) dunia. Kita cuma ikut-ikutan…

Setiap kaum muslimin selayaknya berusaha menjaga syi’ar-syi’ar islam, misalnya dengan belajar bahasa arab (baik lisan maupun tulisan), menghafalkan Al Qur’an, dan termasuk dalam hal ini adalah membiasakan diri untuk menggunakan istilah-istilah yang Allah gunakan dalam Al Qur’an atau dalam hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selama istilah tersebut dapat dipahami orang lain.

Sebagai bentuk pemeliharaan terhadap syi’ar islam, para sahabat terutama Umar Ibn Al Khattab radhiyallahu ‘anhu sangat menekankan agar umat islam mempelajari bahasa arab. Beliau pernah mengatakan: “Pelajarilah bahasa arab, karena itu bagian dari agama kalian.” Beliau juga mengatakan: “Hati-hati kalian dengan bahasa selain bahasa arab.” Umar radhiyallahu ‘anhu membenci kaum muslimin membiasakan diri dengan berbicara selain bahasa arab tanpa ada kebutuhan, dan ini juga yang dipahami oleh para sahabat lainnya radhiyallahu ‘anhum. Mereka (para sahabat radhiyallahu ‘anhum) menganggap bahasa arab sebagai konsekuensi agama, sedangkan bahasa yang lainnya termasuk syi’ar kemunafikan. Karena itu, ketika para sahabat berhasil menaklukkan satu negeri tertentu, mereka segera mengajarkan bahasa arab kepada penduduknya meskipun penuh dengan kesulitan. (lihat Muqaddimah Iqtidla’ Shirathal Mustaqim, Syaikh Nashir al ‘Aql)

Dalam bahasa arab, waktu sepertiga malam yang awal dinamakan ‘atamah. Orang-orang arab badui di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki kebiasaan menamai shalat Isya’ dengan nama waktu pelaksanaan shalat isya’ yaitu ‘atamah. Kebiasaan ini kemudian diikuti oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhum dengan menamakan shalat isya’ dengan shalat ‘atamah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mereka melalui sabdanya:

لايغلبنكمالأعرابعلىاسمصلاتكمفإنهاالعشاءإنمايدعونهاالعتمةلإعتامهمبالإبللحلابها

“Janganlah kalian ikut-ikutan orang arab badui dalam menamai shalat kalian, sesungguhnya dia adalah shalat Isya’, sedangkan orang badui menamai shalat isya dengan ‘atamah karena mereka mengakhirkan memerah susu unta sampai waktu malam.” (HR. Ahmad, dinyatakan Syaikh Al Arnauth sanadnya sesuai dengan syarat Muslim)

Al Quthuby mengatakan: “Agar nama shalat isya’ tidak diganti dengan nama selain yang Allah berikan, dan ini adalah bimbingan untuk memilih istilah yang lebih utama bukan karena haram digunakan dan tidak pula menunjukkan bahwa penggunaan istilah ‘atamah tidak diperbolehkan, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menggunakan istilah ini dalam hadisnya…” (‘Umdatul Qori Syarh Shahih Al Bukhari karya Al ‘Aini)

Demikianlah yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat dalam menjaga syi’ar islam. Sampai menjaga istilah-istilah yang diberikan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal penggunaan istilah asing dalam penamaan shalat isya’ tidak sampai derajat haram, karena tidak mengandung makna yang buruk.

***

Lalu dengan apa kita menamai mereka?! Kita menamai mereka sebagaimana nama yang Allah berikan dalam Al-Qur’an, YAHUDI dan bukan ISRAEL. Dan sebagaimana disampaikan di atas, hendaknya setiap muslim membiasakan diri dalam menamakan sesuatu sesuai dengan yang Allah berikan. Hendaknya kita namakan orang-orang yang mengaku pengikut Nabi Isa ‘alahis salam dengan NASRANI bukan KRISTIANI, kita namakan hari MINGGU dengan AHAD bukan MINGGU, kita namakan shalat dengan SHALAT bukan SEMBAHYANG dan seterusnya selama itu bisa dipahami oleh orang yang diajak bicara, sebagai bentuk penghormatan kita terhadap syi’ar-syi’ar agama islam. Wallaahu waliyyut taufiiq…

[sumber: http://muslim.or.id]

Bookmark and Share

Sel Penyebab Leukemia Ditemukan

Tim peneliti menemukan bahwa kedua anak kembar tersebut memiliki sel tunas abnormal praleukemia dalam darah mereka. Sel itu bisa “tidur” dalam sumsum tulang atau berkembang menjadi sel tunas leukemia. Hasil ini dikonfirmasi oleh eksperimen yang menggunakan sel tali pusar manusia.

“Penelitian ini berarti kami dapat mengetes apakah penanganan leukemia lymphoblastic akut pada anak bisa dikaitkan dengan menghilangnya dan berkembangnya sel tunas leukemia,” kata Profesor Tariq Enver dari Unit Hematologi Molekuler Universitas Oxford, yang memimpin penelitian tersebut. “Mulai saat ini, upaya penyembuhan bisa difokuskan pada upaya membidik sel tunas praleukemia dan sel tunas kanker dengan obat yang ada atau yang akan kita kembangkan.”

Upaya penyembuhan yang terfokus, menurut Tariq, bisa menghindari efek samping pengobatan kanker kemoterapi yang menyakitkan dan terkadang justru membahayakan kondisi tubuh pasien. Hal ini sangat penting karena terbukti, Olivia, salah satu anak kembar yang terkena leukemia, mengalami kebutaan di sebelah matanya akibat infeksi yang tidak bisa dilawan tubuhnya saat kemoterapi.

Para ilmuwan telah melacak kemungkinan sel tunas prakanker itu akibat fusi abnormal dari dua gen yang terjadi selama kehamilan ibu. Fusi ini menghasilkan protein hibrida, sebuah “kesalahan” genetik yang terjadi secara acak dan menyebabkan sel menjadi terjangkit leukemia. Gen yang diambil dari si kembar lantas ditransplantasikan ke tikus laboratorium yang mengkonfirmasi adanya hubungan langsung antara malfungsi genetik dari sel tunas tersebut dan leukemia.

Lembaga donor Inggris yang membiayai penelitian itu, Leukemia Research and the Medical Research Council, dan Rumah Sakit Great Ormond Street menyatakan sangat gembira atas penemuan itu dan berharap penelitian dilanjutkan ke upaya mencegah dan mengobati penyakit tersebut.

Bookmark and Share

Sel Super-Charge Penghadang Kanker

Para ahli di Amerika Serikat mengklaim telah berhasil mengembangkan sel-sel kekebalan super yang dapat membantu menghadang perkembangan kanker pada sekelompok pasien yang dijadikan obyek penelitian.

Seperti dimuat jurnal Nature Medicine edisi online, peneliti dari Baylor College of Medicine di Houston menciptakan sel-sel kekebalan ini dengan cara menambahkan reseptor artifisial (buatan) pada sel limfosit T dan meningkatkan kemampuan mereka untuk melawan sejenis kanker mematikan yang disebut neuroblastoma.

Neuroblastoma merusak tubuh dengan cara menyerang sistem syaraf . Walau terbilang jarang, jenis kanker ini merupakan penyebab sekitar tujuh persen kasus kanker pada anak-anak dan 15 persen kematian kanker non-dewasa. Sekitar dua pertiga kasus kanker jenis ini tidak dapat diagnosa dan seringkali ditemukan sudah menyebar ke beberapa bagian organ tubuh.

Secara alamiah, sel limfosit T tidak mampu bertahan begitu lama selain juga kehilangan molekul-molekul yang berfungsi melawan sel-sel kanker pada tumor. Untuk mengatasi dua kekurangan ini, tim peneliti yang dipimpin Malcolm Brenner dari Baylor College of Medicine Texas mengembangkan sel-sel imun yang disebut sel super-charge.

Sel super ini dikembangkan dari sel-sel kekebalan yang secara alami distimulasi atau dirangang oleh sejenis virus yang tidak berbahaya disebut Epstein-Barr. Para ahli memodifikasi sel-sel ini untuk memunculkan reseptor yang menjadi kunci sejenis protein ditemukan pada sel-sel neuroblastoma manusia.

Dari hasil penelitian terhadap 11 pasien pengidap neuroblastoma berusia 3 hingga 10 tahun, sel-sel kekabalan hasil rekayasa ini mampu bertahan hingga 18 bulan. Pada lima kasus, tumor menunjukkan regresi dan kasus keenam bahkan benar-benar sembuh.

“Untuk pertamakalinya, kami mulai melihat adanya respon terhadap tumor. Kami telah melihat remisi yang sempurna pada satu kasus, sedangkan yang lain penyakitnya stabil selama setahun,” ujarnya.

Untuk riset mendatang, Brenner dan timnya berencana menambahkan reseptor kepada jenis sel kanker lain guna melihat apakah juga menimbulkan efek yang sama dalam menghadang kanker.

Bookmark and Share

10 Jurus Hindari Kanker Otak

Kanker otak adalah penyakit berbahaya yang sangat mematikan. Selain mematikan, pengobatannya pun menelan biaya yang sangat besar. Untuk menghindari penyakit tersebut, berikut ini sejumlah langkah-langkah untuk mencegah penyakit ini:

  1. Kalau sahabat mengalami gejala-gejala, seperti sering sakit kepala yang hilang timbul, atau tidak hilang-hilang, muntah-muntah tanpa sebab, penurunan penglihatan yang tidak dapat dikoreksi dengan kacamata, kelemahan anggota gerak secara bertahap, berjalan limbung, gejala layaknya vertigo atau sempoyongan, maka segera lakukan pemeriksaan diri dan dianjurkan melakukan pemeriksaan MRI.
  2. Jangan biarkan stres berat menyerang terus-menerus, sempatkan waktu beristirahat, dan lakukan refreshing yang dapat mengurangi dan menghilangkan stres sahabat.
  3. Batasi radiasi langsung yang terlalu berlebihan pada tubuh, lebih baik gunakan hansfree bila menggunakan telepon seluler dalam waktu lama.
  4. Terapkan pola makan sehat dengan gizi yang seimbang, misalnya memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayur, dan biji-bijian. Ditambah membatasi diri mengonsumsi lemak.
  5. Kurangi konsumsi makanan yang diasap, dibakar dan diawetkan dengan nitrit, maupun zat-zat kimiawi buatan lainnya.
  6. Sudah saatnya Anda menghentikan konsumsi alkohol dan rokok.
  7. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Apalagi kalau sahabat mempunyai riwayat keluarga penderita kanker otak.
  8. Jangan mengonsumsi obat-obatan tertentu sebelum mendapat resep rujukan dokter. Kesalahan penggunaan obat dapat merangsang perkembangan sel kanker.
  9. Lakukan olahraga secara teratur dan pada porsi yang cukup.
  10. Mulai sekarang biasakan mengaplikasikan gaya hidup sehat. Jangan terbawa arus gaya hidup “menghanyutkan”.
Bookmark and Share

Catatan Perjalanan Tim Medis MER-C: Sepekan di RS Asy Syifa, Gaza

“Pasien pertama yang aku tangani adalah seorang anak 9 tahun yang terkena ledakan bom. Daging pada bokongnya, terus ke arah betis tercabik. Aku berusaha berbuat sebaik yang aku mampu, dan Allah lebih sayang padanya.”

Minggu (18/1) pukul 03.00 dinihari, kurasakan hawa dingin menusuk ke dalam daging. Selimut yang dilipat dua ternyata tidak membuat tubuh ini aman dari serangan dingin. Selimut kedua terpaksa kutarik untuk menahan hawa dingin yang perlahan tapi pasti menyerang. Pikiranku langsung melayang pada anak-anak Palestina. Entah apa yang terjadi pada anak-anak Palestina yang terusir dari rumahnya karena hancur oleh peluru dan ledakan bom yang dimuntahkan laras tentara Israel dari udara maupun darat.

Subuh aku dibangunkan dokter Sarbini dari tidurku di bawah empat lapis selimut, dengan dasar kasur busa. Kami pun langusng berwudhu dengan air yang dinginya membuat sepuluh jari tanganku sakit-sakit, dilanjutkan shalat shubuh berjamaah seluruh kontingen dokter yang datang di RS Syifa ini. Seperti biasa shalat dilakukan berjajar dengan dasar lantai ubin kerang dilapisi selimut agar kaki kami tidak membeku.

Kali ini doa qunut yang dilantunkan sangat panjang, lebih panjang dari sholatnya sendiri. Doa yang sangat tulus membuat air mataku kembali berlinang. Suara yang merdu penuh keyakinan dan pengharapan melantunkan doa-doa membuatku mengingat penderitaan yang mereka lalui. Dijajah, didzalimi, kelaparan kedinginan, kegelapan, tiada air, tiada listrik, semua tergambar pada doa-doa itu. Shalat subuh berakhir dengan hidungku mampet dan pipi yang basah berlinang air mata.

Tepat pukul 09.00 kami berkumpul di meja bundar untuk menetukan apa yang akan dikerjakan di rumah sakit ini. Hadir di pagi ini dokter-dokter dari Aljazair, Indonesia, Syria, Denmark, Turki, Cekoslovakia, Sudan dan Jordania. Semuanya muslim yang sangat bersahabat. Syria mengirim 10 spesialisnya ke sini, lengkap. Setelah pertemuan pendek, selanjutnya kami langsung mengunjungi bangsal rawat dan ICU. Mulai tampaklah pasien-pasien yang membuat saya tidak dapat berbuat apa apa kecuali berdoa kepada Allah dan umpatan terhadap kejamnya perang. Dari situ kami ke ruang operasi dan di sinilah aku berpetualang.

Pasien pertama yang aku tangani adalah seorang anak 9 tahun yang terkena ledakan bom. Daging pada bokongnya, terus ke arah betis tercabik. Aku berusaha berbuat sebaik yang aku mampu, dan Allah lebih sayang padanya.

Hari ini Jum’at (23/1), tak terasa seminggu sudah kami di Gaza Palestina. Hari-hari yang kami lalui terasa makin santai saja. Ketakuatan kami hampir semuanya sirna. Bunyi ledakan bom dan rentetan senjata sudah tidak asing lagi di telinga, atau karena frekuensinya sudah amat kecil.

Selama bekerja di RS Syifa kami menemukan hal-hal lain yang tidak ditemukan di tanah air, kasus-kasus bedah paling tidak sama dengan yang di tanah air, tata laksana yang hampir sama, namun pendekatan yang sedikit berbeda. Beberapa kondisi pasien yang amat mengenaskan, mengharukan, membuat aku tak mampu menuliskan dengan kata-kata, hanya foto-foto yang nanti berbicara.

Berkeliling di Kota yang Porak-Poranda

Kemarin kami berkeliling kota Gaza, keluar dari RS menuju ke selatan kemudian memutar ke utara menelusuri jalan-jalan sempit kota Gaza. Aku membandingkan, mungkin kalau di Jakarta wilayah ini seperti kampung-kampung pinggiran. Namun bedanya di Gaza rumah mereka semuanya permanen dan ada empat lantai. Satu lantai bisa dihuni oleh satu atau lebih keluarga.

Selama perjalanan kami ditunjukkan rumah-rumah yang hancur akibat serangan udara. Dari dalam kota, kami menyaksikan kerusakan demi kerusakan. Mulai dari masjid yang porak-poranda, rumah tempat tinggal, flat 5 lantai, gedung 7 lantai, gedung-gedung pemerintahan seperti gedung Kementrian Kesehatan, Kementrian Keuangan, Kementrian Pertahanan, gedung pusat Red Crescent, gedung parlemen, semua hancur berantakan. Mobil kami terus bergerak ke utara menuju perbatasan. Semakin jauh kami melaju, semakin banyak rumah dan gedung yang porak-poranda. Kerusakan makin meluas, area kerusakan berupa beberapa gedung dalam satu lokasi yang hancur. Kami mengikuti jejak jalan yang rusak akibat tank Israel yang masuk kota, tampak jejak rantai roda yang membekas jalan.

Kami terus berkendara hingga perbatasan Gaza Israil dan menyaksikan sebuah pemandangan yang menyayat hati. Sejauh mata memandang hanya ada bangunan yang hancur rata dengan tanah. Tidak ada lagi bangunan yang tegak berdiri kecuali arah menuju dalam kota. Di atas puing-puing bangunan tersebut banyak warga Gaza yang mengais memindahkan puing-puing untuk mencari apa saja yang bisa dicari, sisa pakaian, makanan, atau mayat saudara mereka yang masih tertimbun dalam puing.

Sedemikian luas kerusakan yang terjadi, “Kemana para penduduknya? Jika mereka sempat keluar dari rumah, kemana mereka pergi? Tidur dimana mereka di malam yang dinginnya menusuk ke dalam tulang-tulang? Jika mereka tertimbun dalam bangunan berapa jumlah mereka dengan kerusakan seluas ini?” Berbagai pertanyaan itupun melintas silih berganti di benakku.

Kami kembali ke RS Syifa untuk berbicara dengan Direktur RS. Kami menunggu cukup lama untuk bisa menyampaikan rencana kami untuk membantu rakyat Palestina. Beliau sangat sibuk. Selama pembicaraan berlangsung banyak telpon berdering dan HT yang berteriak parau. Sampai suatu saat seorang dokter menyampaikan rontgen yang menunjukkan adanya sebutir peluru dalam kepala seseorang. Dari besarnya gambar tengkorak itu, aku mengira pastilah seorang anak yang kupikir kasus yang lalu. Sore harinya baru aku ketahui bahwa gambar rontgen tadi adalah kasus baru. Penembakan seorang anak 9 tahun yang sedang bermain di halaman rumahnya, dekat perbatasan Palestine Israil pada hari ke-6 gencatan senjata, ditembak dari jarak yang sangat  jauh.

Beginikah Israel menepati janji mereka? Ah tak perlu dipikirkan karena kita sebenarnya sudah di beritahu tentang kaum yang pendusta. Namun kenapa kita masih percaya?

Sebetulnya pagi harinya kami mendengar dentuman bom dari arah laut dan letusan senjata berulang-ulang. Beberapa orang menjelaskan bahwa patroli laut Israel sedang menghalau para nelayan. Hingga siang hari kami masih seekali mendengar ledakan bom dan letursan senjata api dari laut. Sore harinya ternyata ada kabar bahwa 5 orang nelayan meninggal. Hmm…..gencatan senjata?

Program Beasiswa untuk Dokter-dokter Palestina

Selama pembedahan di Ruang Operasi, aku berbincang-bincang dengan dokter yang menemaniku membius. Ia lulusan dari Mesir dua tahun yang lalu dan sudah satu tahun bekerja di RS Syifa sebagai asisten anestesi. Dia pun bercerita tentang keluarganya. Dari 10 bersaudara,  dua orang telah syahid. Dia sendiri mengungkapkan keinginannya untuk melanjutkan pendidikannya sebagai Spesialis Kebidanan dan menanyakan kepadaku tentang bagaimana kemungkinan melanjutkan studi di Indonesia. Ku jelaskan semampuku.

Perbicangan inilah yang kemudian memunculkan ide tentang beasiswa. Ia juga mengajak temannya untuk berbicara kepadaku dan temmanya juga mengutarakan keinginan agar suaminya dapat meneruskan program Doctoral untuk keperawatan di Indonesia. Untuk hal ini aku tidak dapat berbicara banyak, namun kuminta agar kami dapat menghubunginya setelah kami kembali ke tanah air.

Bangsa yang Kuat, Ikhlas dan Menghormati Tamu

Malam harinya, kami diajak makan malam dan berkunjung ke rumah salah seorang keluarga pasien yang kami operasi.

Kami dapati dalam satu rumah ada dua keluarga. Keluarga utama dengan 10 orang anak. Satu keluarga lagi merupakan istri dari adiknya yang tinggal di rumah mereka karena dititipkan oleh suaminya yang sedang berjuang. Kepada kami istrinya itu bercerita:

Ia sedang hamil 7 bulan ketika tentara Israel menembak kedua kakinya hingga ia harus di evakuasi ke Turki, Sebelah kakinya harus diamputasi dan sebelah lagi masih dapat dipertahankan dan kini masih dalam balutan. Anaknya yang kini berumur 3 bulan lahir di Turki.

Kami juga dikenalkan dengan anaknya yang lain yang berusia 15 tahun. Anak itu dikenalkan sebagai ‘miskin’ yang artinya lemah karena ternyata anak tersebut mengalami retardasi mental berat (idiot).

Ia juga menjelaskan kepada kami bahwa sebelumya anak ini tidak demikian. Tentara Israel mempopor senjata di belakang kepalanya pada saat ia berusia 5 tahun. Sejak itulah anaknya menderita retardasi mental.

Begitu banyak cerita yang kudapat, serupa, berupa penderitaan dan kekuatan penduduk Palestina ini. Mereka begitu kuat menghadapi tekanan, begitu tawadhu, begitu ikhlas, begitu sederhana. Hal-hal yang belum pernah aku temui di pelosok negeri manapun. Dalam keadaan kekurangan mereka masih menjamu kami untuk makan di restoran yang saat itu aku kurs ke rupiah sebesar 300.000 rupiah, belum lagi kami diberi oleh-oleh berupa kue-kue kecil manis satu loyang.

Mereka begitu menghormati tamu, kami jadi malu.

(Dr. Indragiri, Sp.An – Tim Medis MER-C untuk Palestina)

Bookmark and Share

PRESIDEN YANG MISKIN HARTA, NAMUN KAYA IMAN

Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:
“Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?”
Jawabnya: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:
“Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .”
Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga dan terheran-heran :
1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan
Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu
kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP,
lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler
untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.


3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya
dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya,
arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana
dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi,
sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

5.. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977,
sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran.
Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya.
Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis,
belum lagi secara minyak dan pertahanan.
Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan;
roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira,
ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.


9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan,
ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya,
ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan,
dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan.
Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi,
atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar
karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi.
Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut,
kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.


12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka

13. Bahkan ketika suara azan berkumandang,
ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa

14. baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh. Berikut dokumentasi pernikahan Putra Seorang Presiden

Lihat aja makanannya cuman ada Pisang,Jeruk,Apel

Akankah kita di Indonesia mempunyai seorang Pemimpin seperti beliau, mudah-mudahan di pemilu yang akan datang kita akan memiliki Presiden seperti ini.

Bookmark and Share

isu gender membodohi rakyat!!

Isu gender yang banyak di utara kan oleh para pembesar kita di Jawa Timur bnyak memakan impian banyak rakyat Jatim….
Coba tengok isu para ulama Jatim bahwa Perempuan tak layak jadi pemimpin…..
Cobalah para pemimpin kami yang sedang berada di kursi kekuasaan…cobalah mengedepankan masa depan rakyat Jatim….
Apa kalian para pemimpin tidak malu….turut campur tangan dalam politik kotor yang kini terjadi di jatim…
Tak henyak ini merupakan ide-ide muluk yang di susupi oleh pemerintahan yang jelas jelas terjadi seperti di maluku…
Atau mungkin para pemimpin kita sudah mati rasa dan menyimpan mukanya jauh-jauh di dalam ketek, karena tindakan penipuan massal yang nyata-nyata mereka lakukan kepada rakyat jatim…
merusak impian mereka…merusak suara mereka…
Toh kalau tau dari pertama juga yang mereka tolak jadi gubernur tetap jadi gubernur tentunya lebih baik mereka tidak memilih….
Ah…..ini smua hanya usaha mereka berlindung dari Hukum….yah…kesemua dari antek-antek mereka yang terlibat dalam berbagai kecurangan penggelembungan suara saat Pilgub Jatim kemarin…..
karena jika mereka tidak menang maka Konco-konco karwo dan saefullah yusuf akan masuk bui semua…
HAHAHAHA…….aku bingung mau mentertawakan siapa?
apakah pemerintahanku yang bodoh melepas simpati rakyatnya….?
ataukah kawann-kawan HMI yang ada di Jatim yang hanya diam dan tidak berkutik akan phenomena yang terjadi di Jatim…ataukah ikut dalam permainan?ah…siapa tahu….?
apakah mereka-mereka yang haus kekuasaan?yang sudah tak tahu malu di depan mata rakyatnya sendiri merobek hak rakyat Jatim….???lalu mana itu pemilu yang bebas dan rahasia??
ataukah aku harus tertawa sedih??karena kawan-kawan ku di Jatim…keluarga di Jatim……hilang impian mereka ..mendapatkan Gubernur pintar dan mengerti keadaan Jatim….
Ataukah aku harus menertawakan diriku….yang berada jauh dari jatim…yang hanya sedih menghapus air mata mendengar kekecewaan rakyat jatim atas politik kotor yang semena-mena di Jatim…..??
sungguh memalukan!!

Bookmark and Share

AROGANSI AMERIKA

Cuplikan percakapan radio antara kapal perang Amerika dan otoritas Rusia.

Rusia: “Harap belokkan kapal Anda 15 derajat ke Selatan untuk menghindari tabrakan.

Amerika: “Lebih baik Anda yang membelok!”

Rusia: “Anda yang harus membelok untuk menghindari tabrakan !”

Amerika: “Saya kapten US Navy. Saya bilang belokkan kapal Anda !!!!”

Rusia: “Tidak. Saya katakan sekali lagi, belokkan kapal Anda !!!”

Amerika: “Ini adalah Aircraft Carrier US Lincoln, kapal kedua terbesar dari Armada Atlantik Amerika Serikat. Kami dilengkapi tiga destroyer, tiga cruiser dan sejumlah kapal pendukung. Saya MINTA Anda belok 15 derajat ke Utara. Sekali lagi saya ulangi 15 derajat ke Utara, atau sebuah tindakan akan dilakukan untuk mengamankan kapal Anda !”

Rusia: “Amerika GOBLOK !!! Ini mercusuar !!!

Bookmark and Share

BUANG ANGIN

Sepasang suami istri baru menikah, si suami ingin memberikan surprise pada istrinya, suatu hari si suami berkata kepada istrinya: “Sayang, kita pergi yuk, tapi mata kamu harus ditutup yah…!” “Kok harus ditutup sih mas…?” kata istrinya “Yah, pokoknya ada sesuatu untukmu…..” Merekapun berangkat dengan menggunakan taxi, begitu sampe di tempat yang dituju mereka turun, kemudian si suami mengajak istrinya masuk ke rumah baru yang dijadikan sebagai surprise untuk istriya, tapi si suami masih belum mengijinkan istrinya membuka tutup mata.

Ternyata si istri ingin buang angin, tapi karena masih malu sama suaminya si istri pura-pura minta tolong dibikinin minuman : “Mas, ambilin saya minum dong…!”
Suaminya kemudian pergi mengembil minuman, ketika suaminya pergi si istri buang angin “tuuuut..” Pas si suami datang membawa minuman, ternyata si istri masih ingin buang angin, akhirnya dia bilang ke suaminya … “Mas minumannya kurang manis, tambahin gula lagi yah….” Si suami pergi lagi untuk menambahkan gula pada minuman istrinya, ketika suaminya pergi si istri kentut lagi “tuuuuuut….” Kemudian si suami datang lagi untuk memberikan minuman, tapi ternyata si istri masih ingin buang angin, akhirnya dengan berberat hati si istri minta ditambahkan gula lagi, saat suami pergi istrinya kembali buang angin “Tuuuuut”

Akhirnya si istri merasa lega karena telah selesai dari keinginan buang anginnya. Ketika si suami tiba dan menyerahkan minuman, kemudian si suami membuka tutup mata si istrinya, si istri terkejut karena ternyata di rumah sudah banyak orang dan disampingnya ada mertuanya, sambil malu-malu si istri bertanya pada mertuanya “Oh Bapak, sudah lama datang..?” Kemudian sang mertua menjawab, “Sudah, sejak kentutan pertama…”

Bookmark and Share

SELUDUPAN PALESTINA

Seorang Palestina bernama Mahmud hendak melintasi pos perbatasan Israel - Palestina. Dia bersepeda dan membawa dua tas besar di pundaknya.

Tentara Israel segera memerintahkan dia berhenti, “Pinggirkan sepedamu itu. Saya ingin bertanya, apa isi kedua tas itu?” “Pasir,” jawab Mahmud.

Tentara Israel tidak percaya begitu saja. Mereka membongkar kedua tas itu dan benar mereka menemukan pasir didalamnya. Akhirnya mereka melepaskan Mahmud dan membiarkan dia melintasi perbatasan menuju wilayah Israel.

Keesokan harinya, kejadian yang sama berulang kembali. Tentara Israel menghentikan Mahmud dan bertanya, “Apa yang kamu bawa?” Mahmud menjawab, “Pasir.” Tentara-tentara itu memeriksa dengan teliti kedua tas itu dan tetap menemukan benda yang sama, pasir.

Kejadian yang sama berulang kali terjadi hingga tiga tahun lamanya. Akhirnya, Mahmud tidak muncul lagi dan tentara Israel itu menjumpainya sedang bersantai ria di luar kota Yerikho.

“Hei, kamu yang suka bawa pasir,” tegur tentara Israel itu. “Saya menduga kamu selama ini membohongi kami saat melintas perbatasan. Tapi saya selalu menemukan pasir di dalam tasmu. Selama tiga tahun, saya sepertinya menjadi gila, tidak bisa makan atau tidur memikirkan apa yang kamu selundupkan. Baiklah, ini di antara kita berdua saja! Saya mau tanya, apa sih yang kamu selundupkan tiap hari selama tiga tahun ini?”

Mahmud menjawab dengan kalem, “SEPEDA!”

 

Bookmark and Share